Home > Berita > Detail

IMPAKSI GIGI MOLAR TIGA BAWAH

Tanggal : 25 Oktober 2011 10:31:33, Dibaca : 1905

ETIOLOGI Terdapat beberapa faktor etiologi dari gigi impaksi yaitu:

1. Faktor lokal
 a. Kurangnya ruangan untuk erupsi normal pada lingkungan gigi
 b. Trauma pada benih gigi sehingga benih gigi terdorong lebih dalam lagi
 c. Posisi ektopik dari gigi
 d. Jarak benih gigi ke tempat erupsi jauh
 e. Infeksi pada benih gigi
 f. Adanya gigi berlebih yang erupsi lebih dulu
 g. Ankylosis gigi pada tulang rahang
 h. Persistensi gigi sulung yang menyebabkan impaksi gigi tetap di bawahnya
 i. Mukosa gingiva yang tebal sehingga sulit di tembus oleh gigi
 j. Pergerakan erupsi tertahan karena posisi yang salah dan tekanan dari gigi samping
 k. Neoplasma / tumor yang menggeser kedudukan benih gigi
l. Kista dentigerous yang berkembang pada benih gigi yang masih dalam tahap pembentukan sering kali mencegah gigi erupsi

2. faktor sistemik Menurut Bergee, faktor sistemik yang menyebabkan gigi impaksi dapat terbagi dalam 2 sebab :
a. Sebab prenatal (herediter) Faktor keturunan memegang peranan penting. Faktor keturunan ini tidak dapat diketahui dengan pasti apakah tulang rahang terlalu kecil, gigi teralu besar atau benih gigi-gigi yang letaknya abnormal.
b. Sebab postnatal
1. Kelainan kelenjar endokrin
 a. Hipopituitari mengakibatkan kelambatan erupsi
 b. Hipotiroid mengakibatkan kelambatan erupsi
2. Malnutrisi Faktor ini sangat penting dalam pertumbuhan tubuh. Bila terjadi defisiensi maka pertumbuhan akan terganggu. Disamping faktor-faktor yang disebutkan diatas, stimulasi otot-otot pengunyahan yang kurang juga dapat menyebabkan impaksi. Erupsi gigi yang normal harus disertai dengan pertumbuhan rahang yang normal. Untuk itu perlu adanya stimulasi otot-otot pengunyahan. KOMPLIKASI Pada saat pengambilan M3 dapat terjadi komplikasi berupa:
1.Perdarahan karena pembuluh darah terbuka
2.Kerusakan pada gigi M2 karena trauma alat
3.Rasa sakit
4.Parestesi pada lidah dan bibir Dalam literatur dikatakan bahwa 96 % pasien dengan trauma pada n. alveolaris inferior dan 87 % pasien dengan trauma pada n. ligualis akan sembuh secara spontan ( Dym & Ogle, 2001)
5.Trismus karena iritasi syaraf
6.Infeksi/peradangan
7.Biasanya disertai dengan pembengkakan, dapat ditanggulangi dengan membuka jahitan, irigasi dengan larutan antiseptik dan diberi antibiotik
8.Fraktur mandibula
9.Dry socket
10.Emfisema : pembengkakan yang timbul karena terjebaknya udara di dalam jaringan lunak akibat penggunaan bor high speed.